Langsung ke konten utama

Mengenal makanan khas tradisonal Jepang Washoku

 


Washoku atau Nihonshoku adalah masakan khas Jepang yang menggunakkan bahan-bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Mengingat cara memasak dan menggunakan bahan makanan alamimasakan ini memenuhi syarat healthy food sehingga menarik perhatian masyarakat internasional.Diperkirakan pula menjadi salah satu rahasia panjang usia orang jepang.

Masakan Washoku yang rendah kalori yang berbau bahan alami, sangat bermanfaat bagi kesehatan karena terdapat berbagai vitamin didalamnya. Masakan Washoku biasanya dihidangkan pada hari-hari tertentu dan pada hari-hari besar seperti Tahun Baru karena masakan ini melambangkan kebersamaan dan meningkatkan rasa kekeluargaan rakyat Jepang.

Pada tahun 2013 lalu, washoku atau kuliner khas Jepang didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda pada United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). 

Sejarah

Washoku ( ) atau makanan khas Jepang telah ada sejak 15.000 tahun yang lalu di zaman ketika tembikar ditemukan. Kala itu tembikar digunakan untuk memasak dan diyakini budaya makan nasi masyarakat Jepang dimulai di zaman tersebut. Pada masa itu yang namanya masakan yang diolah dengan cara direbus, dibakar dan dikukus itu sudah ada.

Sedangkan untuk makanan yang dimasak dengan cara digoreng seperti Tempura, hanya dapat dinikmati oleh orang kaya karena zaman dahulu minyak merupakan bahan masakan yang sangat mahal. Sementara rakyat biasa di Jepang baru bisa menikmati gorengan sekitar 300 tahun yang lalu.

Seiring dengan datangnya agama Buddha ke Negeri Sakura membuat banyaknya kaum vegetarian dan budaya minum teh. Kaum vegetarian saat itu memasak menggunakan bahan sayuran dan sedapat mungkin dengan cara tidak membunuh hewan. Saat ini Washoku juga semakin banyak diisi dengan sayur-sayuran. Bersama dengan itu, budaya minum teh juga ikut berkembang. Upacara jamuan minum teh selalu melibatkan penyajian washoku kepada tamu-tamu.

Washoku ( ) yang juga dikenal sebagai istilah Nihon Shoku ( 日本食 ) atau makanan Jepang merupakan salah satu jenis kuliner Jepang tertua berupa satu set Makanan yang terdiri dari nasi, sup, lauk pauk seperti daging, ikan dan sayuran yang dimasak dengan berbagai cara baik itu direbus, dikukus, digoreng ditumis atau dibakar.

Jenis – jenis washoku dan Nishouku

Domburimono

                

Gambar 1

Domburimono adalah nasi putih dengan berbagai macam lauk di atasnya seperti ikan, daging dan sayur-sayuran berkuah yang dihidangkan di dalam mangkuk besar yang disebut donburi. Kuah untuk donburi bergantung pada jenis makanan, tapi pada umumnya berupa dashi dicampur kecap asin dan mirin. Menurut budaya makan yang dikenal sejak zaman dulu di Jepang, nasi putih harus dihidangkan di dalam mangkuk kecil dengan lauk yang diletakkan dipiring terpisah. Makan nasi dengan lauk yang ditaruh diatasnya dianggap tidak sopan, sehingga cara makan dengan meletakkan nasi dalam porsi besar beserta didalam mangkuk donburi di anggap melanggar aturan.

Onigiri

                


Gambar 2

Onigiri adalah nama Jepang untuk berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segitiga, bulat, atau seperti karung beras. Dikenal juga dengan nama lain omusubi. Istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut onigiri, onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit. Onigiri yang dibumbui garam dan dalamnya diisi dengan umeboshi, ikan salmon, ikan sake dan sebagainya. Nasi tersebut dibentuk oleh telapak tangan menyerupai bentuk segitiga, kotak, atau bulat setelah dibungkus oleh nori.

Shabu – Shabu

Gambar 3

                Menurut orang Jepang, nama Shabushabu sebenarnya merupakan suara yang terdengar sewaktu daging sapi dikacau-kacaukan di dalam kuah mendidih. Jadi tergolong istilah onomatope. Makanan ini lebih enak di makan bersama kerabat atau kawan akrab . Kekhasan makanan ini terletak pada penyajiannya yang menggunakan panci dengan anglo-nya sekaligus, sehingga kita dapat langsung memasak makanan ini di atas meja makan. Kuahnya terdiri dari air dicampur ganggang laut. Daging sapi yang mengandung lemak diiris tipis-tipis kemudian dicelupkan ke dalam kuah yang telah mendidih. Setelah warnanya berubah menjadi keputihputihan segera diangkat dan dicelupkan ke dalam bumbu khusus yang terbuat dari biji wijen (tare) atau saus jeruk sitrun (ponzu). Selain daging sapi, bisa juga ditambah sawi putih dan daun seruni.

Sushi

Gambar 4

                Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi (酸し). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).

 

Nabe Yaki

Gambar 5

Nabe yaki atau Nabe ryori adalah makanan tradisional Jepang pada penyajiannya menggunakan panci dengan anglo-nya sekaligus, sehingga dapat langsung memasak makanan di atas meja makan. biasanya disajikan pada malam hari. semua keluarga duduk bersama berkumpul sambil menikmati makan. Nabe yaki pada umumnya dikonsumsi pada musim dingin. Makanan yang termasuk nabe yaki di antaranya Shabushabu, Sukiyaki, Yudoufu

Ramen

Gambar 6

Mie Ramen juga berasal dari Cina. Istilah ramen berasal dari kata Cina la mian atau la mien, yang berarti “mi yang ditarik”. Mie ini bewarna kuning dan terbuat dari tepung terigu yang dibumbui sesuai selera Orang Jepang. Ramen dimakan dengan kuah. Kuah ramen dibumbui dengan kecap asin atau miso (taoco Jepang) dan dicampuri dengan irisan daging babi panggang, taoge, naruto dan rebung Cina, sebagai penyedap juga bisa diberi sambal. Restoran ramen terdapat di mana-mana di Jepang. Bahkan kini ada ramen instan yang untuk menyantapnya tinggal diseduh saja dengan air panas.

 Nukazuke

Gambar 7

Nukazuke adalah jenis asinan Jepang, yang dibuat oleh fermentasi sayuran di Nukazuke. Hampir semua dapat dimakan dalam asinan ini. Meskipun varietas tradisional termasuk terong jepang, lobak, kubis, timun. Rasa nukazuke bervariasi dari sangat asam dan asin. Asinan ini juga mempertahankan kerenyahan yang menambah popularitas mereka . Nukazuke secara tradisional disimpan dalam kayu tempayan crocks atau ember plastik. banyak warga Jepang yang mengaduk nukazuke dengan tangan setiap hari. Berbagai metode dan resep, rasa sangat bervariasi tidak hanya di setiap daerah tetapi juga dari rumah kerumah. Nukazuke sering di hidangkan setiap sehabis makan dan dikatakan dapat membantu dalam pencernaan. terdapat berbagai vitamin B1 dan untuk menyembuhkan sumplemen usus. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Menunduk

    Kemajuan Teknologi saat ini tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat. tentunya kemajuan teknologi ini sangat berpengaruh terhadap kebiasaan- kebiasaan masyarakat dalam peradaban dan kebudayaanya. Perubahan tersebut sangat meberikan dampak yang begitu besar terhadap masyarakat Indonesia . Saat ini sangat terlihat jelas bahwa dengan kemajuan teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat, terutama dikalangan remaja millennials. Generasi – generasi remeja millennials sangat kencaduan terhadap gawai. fenomena inilah yang sering disebut juga generasi nunduk . Fenomena generasi menunduk ini sangat mudah untuk kita jumpai dimanapun, mereka selalu menggengam gawai dan asyik mengoperasikannaya. Generasi menunduk sangat tampak pada kehidupan sosialnya. mereka seperti memiliki dua dunia , dunia nyata dan dunia maya. Pada kenyataan mereka yang kecanduan terhadap gawai biasanya sering menghiraukan orang disekitarnya. misalnya Ketika orang tersebut...

Kebudayaan Jepang x Indonesia (maxims : mempercantik diri)

Tata Rias atau Make up merupakan suatu kegiatan mengubah penampilan seseorang dari bentuk asli sebenarnya dengan bantuan bahan dan alat kosmentik. Istilah make up lebih sering ditujukan kepada pengubahan bentuk wajah, meskipun sebenarnya seluruh tubuh dapat dihias atau make up . Fungsi tata rias sendiri adalah untuk menyempurnakan penampilan wajah, menggambarkan suatu karakter tokoh, atau menambah aspek dramatik sehingga terbentuk kesan tertentu. Dari abad ke abad, wanita semakin peduli terhadap penampilan fisik. Banyak usaha yang dilakukan untuk mempercantik diri dan membuat wanita merasa lebih percaya diri. Dimulai dari cara yang sangat sederhana dan tradisional, kemudian berkembang secara perlahan, memformulasikan berbagai bahan dengan kualitas bagus dan aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi tersebut membuat tata rias wajah atau make up menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan seorang wanita dari berbag...